Menjajal Makanan Pakistan di Danish Briyani House

Danish Briyani House seharusnya berbangga karena kami menjadikan dia sebagai salah satu tempat makan mewah yang berani kami datangi hahaha. Malam itu setelah beristirahat barang sebentar dan membersihkan diri, kami memutuskan untuk memanjakan diri dengan menghabiskan sedikit lebih banyak budget untuk makan enak. Apalagi setelah sore tadi bisa dibilang kami hampir saja kena zonk, check the story here. Juga ditambah dompet yang sudah begitu kencang terikat sejak hari pertama mendarat di Penang. Dan untuk malam terakhir, mari kita berbahagia!

Lokasi dan Menu Danish Briyani House

Tidak sampai lima menit melewati Lorong Sungai Emas, di lantai satu bangunan besar penuh toko, kami melihat Danish Briyani House. Warna cat kuning merah yang cukup mencolok itu menarik perhatian kami. Sekilas melihat daftar menu dari kejauhan sempat takut kalau-kalau makanan ini akan berakhir seperti cerita nasi kandar. Tapi dengan sedikit nekat dan tentu saja harus menenangkan diri sendiri, aku mengangguk iya. Kami memilih duduk di luar. Selain menghindari bau rempah yang cukup tajam di dalam, kami ingin menikmati jalan yang tidak begitu ramai di malam hari. Menjelang weekend saat itu.

Tidak lama setelah duduk, kami diberi daftar menu yang YA-AMPUN-BANYAK-BANGET-PILIHANNYA-DAN-KAMI-NGGA-TAU-ITU-MAKANAN-APA. Perlu beberapa menit untuk kami melihat sekilas mana yang kira-kira enak berdasarkan beberapa gambar yang tertera di menu. Karena cukup penasaran dan emang pengen makan yang enak, kami beberapa kali memanggil abang pelayan hanya untuk menjelaskan jenis makanan apa itu. Beef Briyani, Chicken Seekh Kebab, Lacha Prata, Teh Halia, Teh โ€˜Oโ€™ Limau masuk ke daftar pesanan. Beruntungnya, semua berakhir dengan memuaskan.

danish briyani house terlihat dari depan
menu di danish briyani house

Beef Briyani ala Danish Briyani House

Hal membahagiakan yang pertama kali masuk ke dalam perut adalah Beef Briyani. Dari penampilannya terkesan biasa aja, kan, kecuali warna nasinya yang aku suka! Meski terlihat banyak, tapi karena ukuran nasi yang ramping dan panjang itu ngga buat langsung kenyang. Apalagi kalau sepiring berdua hahaha. Dan senangnya, ada daging sapi yang tersembunyi di balik nasi itu. Ngga banyak, sih, tapi empuk banget. Syukurnya rasa ini ngga yang kuat banget sampai bikin kaget lidah alias netral.

Chicken Seekh Kebab dan Prata

Menu selanjutnya yang kami pesan adalah Chicken Seekh Kebab dan Prata. Nasi yang disajikan ngga beda jauh emang sama beef briyani. Tapi seperti yang bisa dilihat, chicken seekh kebab terpampang nyata di atas piring. Porsi yang cukup besar untuk harga yang pas yaitu RM20. Jadi kalau di deskripsikan, ini tuh daging ayam yang dihaluskan dan dicampur berbagai macam rempah-rempah yang kuat. Digabung sama nasi, dalam satu kunyahan itu udah nampol banget. Mending kalau mau pesen ini jangan di makan sendiri, lah. Terlalu banyak menurutku, sih. Sedangkan menu lacha prata ini ngga beda sama roti canai, rasanya hambar, jadi makannya emang harus dicocol sama kuah pelengkapnya. Kayanya enak kalau kuahnya yang lebih kental, ya. Lagian ini si babangnya bilang kalau kuahnya pedas, tapi ngga blasss. Harganya juga murah, 5 RM sajooo.

Teh Halia dan Teh ‘O’ Limau

Sebagai pelengkap kesegaran malam itu, kami memesan minuman yang berbeda dan belum pernah kami rasakan sebelumnya. Aku pilih Teh Halia. Dari namanya aja udah keliatan kalau aku belum pernah nemu di Jawa. Sekilas dari luarnya keliatan mirip banget sama teh tarik. Awalnya aku pikir rasanya juga akan sama. Tapi ternyata ketika disruput, ada satu rasa yang nyeleneh. Setelah abis separo ternyata baru sadar kalau ada rasa jahe. Pantesan ada sensasi hangat gitu pas masuk badan ceilaaah orang minumnya dingin kok bisa ada angetnya haha.

Minuman kedua yang dipesan Renny adalah Teh O Limau Ais. Biasanya minuman yang ada embel-embelnya O ini adalah yang tanpa tambahan gula. Sama kalau pesan Kopi O, ya nanti cuma akan ada kopi hitam aja, tanpa gula atau susu. Nah, kalau untuk menu ini, bukan karena ngga ada gula, tapi karena ngga ada tambahan susu. Jadi gampangnya, sama aja kaya pesan lemon tea. Yang bedain adalah dia pakai jeruk limau yang sama buat jeruk sambal itu.

So far, petualangan kuliner Penang cukup menyenangkan. Makanannya beragam dari India, Malaysia, dan sekarang cobain makanan Pakistan. Tapi ngga di semua tempat kita akan selalu menemukan yang kita cari. Ngga semua resto mahal bisa kasih rasa perjalanan yang unik dan somehow bisa buat kita bilang, ini nih yang aku cari! Dan, di tulisan selanjutnya aku akan bahas hal terakhir itu, menemukan hal menyenangkan di hal sederhana. Tap next!

Don't Miss This

Leave a Reply