Teochew Chendul: Pemuas Dahaga yang Wajib Dicoba

Ransel berat di punggung, matahari terik di atas kepala, dan jalan sepanjang satu kilometer yang sepi. Di keadaan seperti ini hanya satu yang muncul di kepala. Emang paling ajib kalau minum yang dingin dan seger, yekan? Dan itu lah yang sedang kami perjuangkan. Beda tipis antara backpacker hemat dan tidak punya uang, sih, makanya memilih jalan di siang bolong. Namanya Es Teochew Chendul Penang, salah satu minuman terkenal yang harus banget dicoba karena rasa uniknya.

Lokasi Teochew Chendul Penang

Terletak di salah satu gang sempit Georgetown, Lebuh Keng Kwee namanya, lapak chendul ini terlihat menggiurkan. Semacam oase di tengah gurun pasir yang membakar kepala dan kulit. Sekilas tempatnya terlihat kecil, seperti stall street food pada umumnya. Dari jauh bau segar dan khasnya sudah semerbak nusuk-nusuk hidung. Beruntungnya ketika sampai sana tak ada antrian sama sekali. Rupanya mereka memiliki kedai yang tidak jauh dari gerobaknya untuk mereka yang ingin dine in. Tentu saja ini tidak berlaku untuk orang terburu-buru seperti kami. Jadi mau tidak mau harus beli untuk take away. Tidak lagi ada bayangan minum cantik dan foto flat lay. Bye! Setidaknya siang itu kami tak lagi harus disiksa dengan antrian panjang yang biasanya terjadi di gang sempit itu.

Pesan Ais Chendul dan Ais Kacang

Setelah sedikit menarik napas dan menghirup dalam-dalam aroma ais yang semerbak kami segera memesan. Sengaja memilih menu yang berbeda yaitu ais kacang dan ais chendul original, kami ingin mencoba semua sekaligus. Harga per porsinya saat itu RM 3, tambah RM 1 kalau take away. Murah meriah pemirsa! Uhuy, sedikit terobati jalan kaki satu kilo tadi ehehe.

Teochew Chendul Pemuas Dahaga dan Kaya Rasa

Trus rasanya bagaimana? Untuk es chendul original, rasanya lebih gurih dengan kuah santan dan es serut yang dikombinasikan dengan kacang merah. Menurutku lebih bisa diterima lidah dan manisnya ngga buat eneg jadi bisa diminum hingga tetes terakhir. Juga, cendolnya lebih kenyal dan ukurannya lebih ramping. Hampir mirip dengan rasa dawet atau cendol warna hijau yang biasa dijual di Indonesia raya.

Baca juga: Nasi Kandar Enak di Suapan Pertama

Sedangkan untuk es kacang merah ini isinya lumayan beragam. Ada kacang merah pastinya, jagung manis serut, cincau hitam, es serut dengan santan, dan sirup warna merah. Kalau yang ini rasanya lebih segar, manis dan ada sedikit rasa mint-nya gitu. Entah lidah ini bener apa ngga ngerasainnya, kurang lebih begitu, lah. Ini sih wajib kalau lagi main ke sini. Dan ohya, aku baru tau juga kalau ternyata franchise-nya sudah menyebar di banyak tempat di Malaysia. Mungkin bisa langsung di cek di sini.

ini adalah teochew chendul original dan ais kacang merah

Cek Lokasi Di Sini!

Don't Miss This

1 Comment

  1. […] kenapa bisa dapat tempat di sini. Sore itu setelah kami hanya makan pagi ala bule dan di isi dengan teochew chendul di siang hari, kami harus otewe ke Batu Ferringhi, menuju penginapan kedua. Sedihnya, kami kurang […]

Leave a Reply