pantai pink lombok
Story Travel

Lombok di Masa Pandemi & Rekomendasi Penginapan

Annual meeting, sebuah alasan paling masuk akal yang berhasil membujukku untuk mengelilingi Lombok di masa pandemi. Niat awal liburan empat hari sebenarnya ngga mau dipake ke mana-mana selain rebahan, makan, dan nonton. Tapi sepertinya ilmu pelet travelmate-ku semakin kuat sampai berhasil mengubah rencanaku di H-sekian sebelum berangkat. Kalau dipikir-pikir bener juga yang dia bilang. Mengingat satu tahun yang lalu di bulan yang sama aku berhasil menginjakkan kaki di kampung halamannya Aceh. Cek ceritanya di sini kalau ngga percaya ehe~

Kalau ditanya sebenernya aku orang yang parno dan sering was-was karena kondisi coronces yang semakin ngga jelas ini. Di sisi lain bosen setengah mati juga di rumah gitu-gitu aja. Yang biasanya sering banget pergi ke sana kemari harus ditunda berbulan-bulan. Bahkan harus refund tiket Bangkok bulan September lalu. Sedihnya, ego-ku menang, I admitted it, I was selfish. Mian~

Kondisi Lombok di Masa Pandemi

To be honest, aku ngga bisa membandingkan antara sebelum dan sesudah virus ini menyebar. Tapi apa emang Lombok itu sepi dari sononya? Hari pertama yang aku habiskan keliling Mataram dan jalanan menuju dan dari bandara lebih banyak didominasi penduduk lokal. Meskipun ramainya bisa dibilang cukup, tapi selama di sini aku ngga begitu ngeh banyak wisatawan berkeliaran. Apa karna emang bukan pusat tempat wisata, ya? Eh, tapi ngga juga sih, menurut laporan dari si Upil yang sempat ke Gili Trawangan, di sana juga sepi banget, jumlah wisatawan bisa kali diitung jari.

lombok di masa pandemi
kondisi jalan dari bandara

Nah, dari kondisi seperti ini aku juga jadi sedikit banyak mempertimbangkan beberapa hal dari wisata yang dituju, tempat tinggal dan makanan yang mau dicoba. Dari awal emang udah ngga ada niat buat jalan dan ngonten, makanya aku juga ngga yang ambi banget harus menjelajahi setiap penjuru Lombok. Sadar diri, sih, badan udah ngga seaktif dulu, Bund. Tangan jadi suka tremor buat nyetir jauh dikit. Pinggang udah encok buat duduk lama-lama. Apalagi kaki udah sempoyongan buat nanjak bentar haha. Walhasil aku cukup berpatokan ke feed di IG dan kasih tanda di Maps untuk memperkirakan jaraknya. Trus ke mana aja? Tunggu ceritanya, ya!

Rekomendasi Penginapan di Lombok

Tapi kalo ngga mikir gini aku ngga akan dapet tempat bobok yang endolita mantap jiwa. Hotel pertama yang sudah dipesan terpaksa harus cancel karena kata warlok lingkungannya lagi sepi. Ya sudah daripada nanti kenapa-kenapa kalau pulang malem, kami pindah ke daerah Kuta. It was the best decision. Nama tempat kami menginap adalah Loka Surf and Fitness Lodge. Gimana udah ada aura-aura sehat kuat dan bugar belom?

peta kuta lombok
lokasi penginapan dan tempat wisata
loka surf and lodge lombok
cafe loka di teras depan

Oke, hal pertama yang buat tempat ini pewe adalah karena lokasinya yang deket banget Pantai Mandalika. Kalau kamu cek di maps, ngga perlu ngoyo buat bisa nyampe di Bukit Merese, Tanjung Aan dan kawan-kawannya. Mau jogging pagi sepanjang pantai juga asoy banget! Bukan cuma lokasinya tapi vibe-nya juga beda apalagi kalau kondisi normal. Yah, meskipun aku belom pernah ngerasain juga, sih. Tapi dilihat dari banyaknya toko, kafe, resto, dan homestay di sepanjang jalan udah bisa ketahuan kalau tempat ini rame banget dan pasti seru kalau jalan malem. Sayangnya banyak yang tutup jadi ngga bisa mampir dan nongki canteek gitu. Eh, tapi ada pasar lokal di deket situ kalau mau jajan pagi dan penasaran sama aktifitas warga lokal.

Fasilitas di Loka Lombok

Seperti namanya, penginapan ini tempat yang pas buat kamu yang mau jalan-jalan, makan enak, dan masih pengen tetep sehat. Peralatan gym di sini lengkap banget, tempatnya luas, dan free pakai kalau nginep di sini. Ada spa dan therapy di bagian belakang kalau kamu mau, tapi nambah bayar lagi. Kalau males nge-gym sendirian, bisa ikutan juga training class yang biasa dibuat Matty si owner. Bisa jadi HIIT, jogging, heart rate training atau yang lain tergantung mana yang ada pas kamu di sana. Kalau aku sebenernya niat buat ikut tuh ada banget, tapi ya gitu, lebih milih maen sendirian daripada ikutan mereka olga. Eh, tapi aku sempetin jogging bentar kok di hari terakhir di sana. Makanya pengen banget lama di sana biar balik-balik badan kuyus trus temennya banyak haha.

Sarapan Enak dan Cantik

Karena konsepnya healthy gitu, makanan yang ditawarkan di cafΓ© bagian depan juga kebanyakan plant based. Banyak yang bisa dicoba dan aku ngga tau mau rekom yang mana karena ngga sempet cobain apapun selain paket breakfast-nya. Eits, tapi jangan salah, meskipun murah meriah 250k/malam include breakfast, ini makan pagi yang dibuatnya niat banget! Ngga tau juga sih kalau di hotel mahal kaya gimana, belom pernah coba eheheh. Minuman pilihannya cuma teh atau kopi. Sedangkan makanannya cuma toast + scrambled egg atau toast + poached egg. Aku cobain semuanya dan enak, seriusan! Tekstur rotinya masih terbayang pas lagi nulis ini dan mau lagee! Oh, dan di hari terakhir aku pesen cappuccino karena latah banyak bule dateng pesen itu buat sarapan wkwkw. Gimana, cantik kan makanannya? Effortlessly beautiful dah itu buat di foto. Meskipun kamu belum mandi pokoe dijamin cantik!

nice breakfast

Yang terakhir yang menurutku spesial adalah kamar yang ada di sini cuma tiga. Iya, bukan tiga puluh tiga, tapi tiga biji doang! Ngga yang istimewa atau gede banget, tapi lebih dari cukup buat bobok. Mau lebih seru? Nongkrong aja di depan kalau lagi sarapan, ajakin ngobrol pegawainya. Serasa lagi main ke rumah temen trus rumpik omongin tetangga. Topik pembicaraannya adalah si Matty dan Jecky – owner dan partnernya – yang suka ribut lucu. Tapi meskipun gitu, mereka super duper ramah, mungkin karena ini tempat mereka cukup ramai dari pagi sampe malem.

Lalu gimana kondisi tempat wisata Lombok di masa pandemi gini? Cek tulisan selanjutnya aja, ya!

1 thought on “Lombok di Masa Pandemi & Rekomendasi Penginapan

Leave a Reply